21 Desember 2012

Rahasia Otak Jenius Einstein

Nah kali ini gue mau berbagi sedikit pengetahuan kepada kalian yang sedang membaca artikel ni.

Tau kan sama Albert Einstein? Itu loh seorang ahli fisika yang terkenal di abad 20. Kalau lupa sama orangnya ini ni gue kasih tau fotonya




Udah ingat kan? Nah, sekarang gue mau ngebahas tentang kenapa si Einstein ini bisa jenius banget. Malah IQ nya aja ada diatas 250. Gilak gak tuh?

Ini ni gue kasih tau rahasianya. Ini info dari detikcom, situs berita digital yang cukup terkenal di Indonesia.


Sosok Albert Einstein, fisikawan terbesar abad ke-20, masih menyimpan pesona hingga kini. Dulu ketika ia wafat tahun 1955 lalu, dalam usia 76 tahun, dokter yang mengautopsinya Thomas Harvey sengaja menyimpan organ otaknya. Untuk mengetahui rahasia di balik kejeniusan penemu teori relativitas itu. 

Harvey mengiris-iris otak Einstein, menyelidikinya di bawah mikroskop. Ia juga memotretnya, menghasilkan 14 foto dari berbagai sudut pandang. 

Seperti dimuat LiveScience, dari hasil kerja Harvey, para ilmuwan akhirnya bisa menguak keistimewaan organ utamanya itu. Otak Einstein ternyata punya pola lipatan yang istimewa di beberapa titik, yang membantu menjelaskan asal mula kejeniusannya. 

Dalam foto yang dipublikasikan 16 November 2012 di jurnal Brain, mengungkap, ilmuwan brilian itu memiliki lipatan di wilayah abu-abu otaknya, tempat pikiran sadar (concious) berada. Secara khusus, lobus frontal (frontal lobes), wilayah yang berkaitan dengan pikiran abstrak dan perencanaan, tak biasanya memiliki lipatan rumit.

"Ini adalah bagian paling istimewa, canggih dalam otak manusia, kata Dean Falk, penulis pendamping laporan, sekaligus antropolog dari Florida State University, menyinggung soal wilayah abu-abu itu. "Dan milik Einstein sangat luar biasa." 

Lebih banyak koneksi

Tim ilmuwan juga menemukan, secara keseluruhan, otak Einstein punya lipatan yang jauh rumit di cerebral cortex, materi abu-abu di permukaan otak yang bertanggung jawab atas pikiran sadar. Atau dalam bahasa sederhana, makin tebal materi abu-abu, makin tinggi IQ seseorang. 

Falk mengatakan, banyak ilmuwan meyakini, makin banyak lipatan, makin banyak area ekstra untuk proses mental, yang memungkinkan lebih banyak koneksi antara sel otak. 

Dengan makin banyaknya koneksi antara bagian yang saling berjauhan dari otak, seseorang akan mampu membuat "lompatan mental" menggunakan sel-sel otak yang jauh untuk menyelesaikan persoalan kognitif. 

Sementara, prefrontal cortex, yang memainkan peranan kunci dalam pikiran abstrak, membuat prediksi dan perencanaan, juga memiliki pola lipatan rumit di otak Einstein. 

Itulah yang mungkin membantu fisikawan itu mengembangkan teori relativitas. "Dia memikirkan sejumlah eksperimen, ketika ia membayangkan dirinya sendiri menaiki balok-balok cahaya," kata Falk. "Bagianprefrontal cortex-nya mungkin sangat aktif."

Tak hanya itu, bagian lobus oksipital (occipital lobes), yang bertanggung jawab pada pemrosesan visual, juga menunjukkan adalah lipatan ekstra. 

Falk menambahkan, lobus parietal (parietal lobes) kiri dan kanan Einstein tidak simetris. Meski demikian, belum diketahui pengaruhnya atas kejeniusan ilmuwan itu. 

Dari lahir atau karena proses?

Para ilmuwan juga belum bisa menebak apakah otak Einstein sudah istimewa sejak lahir, atau akibat proses merenungkan sains, fisika, dan matematika. 

Falk meyakini, bisa jadi karena keduanya. 

"Dua faktor sekaligus, alami sekaligus bagaimana dia memeliharanya," kata Falk. "Einstein terlahir dengan otak istimewa, dan pengalamannya membuatnya mengembangkan potensinya." 

Pendapat berbeda diungkap Sandra Witelson dari Michael G. De Groot School of Medicine, McMasters University, yang pernah menyelidiki otak Einstein. Menurut dia, kemampuan Einstein lebih bersifat alami ketimbang hasil kerja keras. 

Pada 1999 , hasil kerjanya menguak lobus parietal kanan Einstein punya lipatan ekstra, yang dihasilkan oleh gen atau terbentuk saat ia masih dalam kandungan. 

"Bukan masalah lebih besar atau lebih kecil. Tapi pola otaknya sangat berbeda," kata Witselson. "Anatomi otaknya unik, dibandingkan dengan foto atau gambar otak manusia yang pernah direkam."




Nah, sekarang udah pada tau kan kenapa si Einstein ini bisa jenius banget? Rupanya bukan sekedar karna dia suka belajar aja ya, tapi juga karna otaknya yang unik itu.

Oh iya, ini gue juga mau nunjukkin otak si Einstein ini


22 Oktober 2012

Rexy Mainaky Pulang Kampung


Setelah lama berkiprah di dunia bulutangkis luar negeri, akhirnya juara Olimpiade Atlanta 1996, Rexy Mainaky kembali ke tanah airnya, Indonesia dong.

Rexy merupakan peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996. Ketika itu dia berpasangan dengan Ricky Subagja. Rexy merupakan satu dari sekian banyaknya mantan atlet bulutangkis Indonesia yang melatih di negeri orang. Tentunya mereka melakukan itu bukan tanpa alasan. Mereka merasa kalau di negeri sendiri mereka tak diperhatikan, tapi ketika di negeri orang disambut bak pahlawan.

Rexy pensiun pada tahun 2001 yang juga bersamaan dengan rekannya Ricky. Rexy lalu terbang ke Inggris untuk melatih disana dan menetap selama 4 tahun.

Siapa sangka? Ternyata bulutangkis Inggris yang tidak diperhitungkan sebelumnya mampu membuat gebrakan dengan meloloskan ganda campurannya, Nathan Robertson/Gail Emms ke final bulutangkis Olimpiade Athena 2004, meski hanya berhasil membawa pulang medali perak. Rexy-lah yang menjadi aktor dibelakang mereka berdua.

Lalu pada tahun 2005, bulutangkis Malaysia meminta Rexy untuk melatih di sana. Dalam waktu singkat pun Rexy dapat melahirkan salah satu ganda putra kuat sejagat, yaitu Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Mereka menjadi momok yang menakutkan bagi ganda Indonesia, alasannya karena pelatih mereka adalah Rexy Mainaky yang merupakan mantan pemain ganda Indonesia. Sedangkan pelatih ganda Indonesia adalah Christian Hadinata yang tak lain tak bukan adalah pelatih Rexy ketika masih aktif menjadi atlet. Tentunya Rexy sudah hapal dengan strategi yang ditetapkan oleh pelatihnya itu.

Dan tahun 2012 ini, Rexy menjadi pelatih di Filipina. Rencananya dia akan kembali ke Indonesia dan akan menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi di kepengurusan PBSI untuk periode 2012-2016.

Memang belum pasti sih, tapi semoga aja ya jadi ni keputusan. Moga-moga aja dengan keputusan ini, bulutangkis Indonesia akan kembali menjadi salah satu kekuatan bulutangkis dunia.



INDONESIA.....INDONESIA.....